Inilah Do’a Sapu Jagad, Dzikir Paling Utama di Hari Tasyriq!

HIJAZ.ID Memasuki tanggal 12 Dzulhijjah, hari tasyriq kedua. Hari ini masih termasuk hari yang diharamkan untuk berpuasa, di mana ketika itu masih merupakan waktu melempar jumrah (di Mina), begitu pula masih sah untuk waktu penyembelihan.

Ada beberapa amalan yang disyari’atkan pada hari tasyriq, salah satunya adalah memperbanyak do’a dan berdzikir. Ada dzikir utama yang disyari’atkan yaitu membaca do’a sapu jagad. Berikut ini penjelasan dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal.

Dari ayat terakhir yang disebutkan di atas, para ulama salaf menganjurkan membaca do’a “ Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar ” di hari-hari tasyriq. Sebagaimana hal ini dikatakan oleh ‘Ikrimah dan ‘Atho’.

Do’a sapu jagad ini terkumpul di dalamnya seluruh kebaikan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam paling sering membaca do’a sapu jagad ini. Anas bin Malik mengatakan,

كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وَفِى الآخِرَةِ حَسَنَةً ، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“ Do’a yang paling banyak dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Allahumma Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qina ‘adzaban naar” ( Wahai Allah, Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka ) .” (HR. Bukhari no. 2389 dan Muslim no. 2690)

Baca Juga : Apakah Non-Muslim Boleh Diberi Jatah Daging Qurban?

Di dalam do’a telah terkumpul kebaikan di dunia dan akhirat.

Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan ibadah. Kebaikan di akhirat adalah surga.” Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Kebaikan di dunia adalah ilmu dan rizki yang thoyib. Sedangkan kebaikan di akhirat adalah surga.”

Dan do’a juga termasuk dzikir, bahkan do’a termasuk dzikir yang paling utama.

Diriwayatkan dari Al Jashshosh, dari Kinanah Al Qurosy, dia mendengar Abu Musa Al Asy’ariy berkata ketika berkhutbah di hari An Nahr (Idul Adha), “Tiga hari setelah hari An Nahr (yaitu hari-hari tasyriq), itulah yang disebut oleh Allah dengan ayyam ma’dudat (hari yang terbilang). Do’a pada hari tersebut tidak akan tertolak (pasti terkabul), maka segeralah berdo’a dengan berharap pada-Nya.” (Lihat Latho-if Al Ma’arif , 505-506).

Berdasarkan pemaparan tersebut, jelas bahwa sebagai seorangmuslim, kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan, salah satunya dengan memperbanyak do’a dan dzikir, tidak terbatas pada waktu-waktu yang telah ditentukan, tetapi juga di hari lainnya.

Wallahu a’lam bish shawab.

Baca Juga : Qurban yang Batal, Apakah Dagingnya Halal Untuk Dimakan?

Originally posted 2017-09-03 01:16:23.