Mukjizat Sang Rasul

Angin sahara berhembus pelan, membuat debu dan pasir berarakan terbang. Rombongan tentara kaum Muslim terus melewati hamparan padang pasir yang luas itu menuju Tabuk.

Menurut informasi, pasukan Romawi dan Bani Ghassan lengah menghimpun kekuatan untuk menggempur Madinah di daerah Tabuk. Dan untuk mencegah hal itu, Rasulullah bersama para akibatnya berangkat terlebih dahulu ke Tabuk.

Kaum Muslimin terus berjalan. Namun karena saat ini adalah musim kemarau, bekal makanan yang mereka miliki sangat sedikit. Bahkan ada di antara mereka selama beberapa hari belum makan.

Melihat keadaan itu beberapa orang dari mereka segera pergi menghadap Rasulullah dan mengeluhkan keadaan yang buruk ini. Mereka berkata, ”Wahai Rasulullah! Apabila Anda memberi kami izin untuk menyembelih beberapa unta maka kita dapat memakan daglng unta itu dan menggunakan -lemaknya- sebagai minyak.”

Rasulullah tersentuh mendengar penuturan sahabat-sabatnya itu, beliau bersabda, ”Baik, lakukanlah hal itu!”

Laki-laki itu gembira mendengar penuturan Rasulullah. Kebetulan tak jauh dari tempat itu, Umar bin Khattab tengah duduk. Umar tercekat mendengar hal itu. Dia segera mendatangi Rasulullah dan beberapa sahabat itu.

Saat berada di hadapan Rasulullah, Umar berkata, “Wahai Rasulullah! Apabila mereka benar-benar melakukannya, maka hewan tungangan kita akan menjadi sedikit. Tetapi Anda panggil mereka semua dan perintahkan mereka datang dengan membawa sisa makanan yang mereka miliki. Kemudian, Anda doakan berkah makanan itu untuk mereka. Niscaya Allah akan mewujudkan keberkahan itu.”

Rasulullah setuju dengan apa yang dikatakan oleh Umar. Beliau segera melakukan apa yang disarankan oleh Umar.

Rasulullah meminta sebuah hamparan yang terbuat dari kulit. Seorang sahabat segera membawa hamparan itu ke Rasulullah dan langsung membentangkannya. Setelah itu Rasulullah meminta seluruh sahabat membawa sisa makanan mereka dan diletakkan di atas hamparan itu.

Baca Juga :  Kisah Nabi Luth dan Penduduk Negeri Sodom yang Ingkar

Mendengar seruan itu, sahabat-sahabat Rasulullah segera membawa sisa bekal yang masih mereka miliki. Ada seorang sahabat yang membawa satu tapak tangan gandum, yang lain membawa satu tapak tangan kurma, dan yang lain membawa remukan roti.

Sisa-sisa makanan terus dikumpulkan. Setelah seluruh makanan dikumpulkan ternyata makanan yang tersisa sangat sedikit.

Rasulullah mengangkat kedua tangannya memulai berdoa. Setelah itu beliau bersabda, “Ambil dan penuhi wadah kalian.”

Seluruh sahabat segera melaksanakan perinta Rasulullah. Mereka segera mengambil wadah dan memenuhinya dengan makanan itu. Mereka terus mengisi wadah-wadah itu dengan makanan hingga tak ada wadah yang tersisa kecuali telah penuh dengan makanan. Kemudian mereka makan makanan itu hingga kenyang. Anehnya makanan itu tak kurang sama sekali.

Rasulullah bersabda, ”Aku bersaksi tiada Rabb selain Allah dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah. tidak akan mungkin seorang hamba yang mati dengan membawa syahadat tanpa ada keraguan, tidak masuk surga.”